Lapas Namlea Gandeng Kemenag Buru, Tanamkan Iman dan Harapan bagi Warga Binaan
Namlea, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru semakin solid bekerja sama membangun mental spiritual warga binaan melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang diselenggarakan di Masjid Sultan Al-Akhyar Lapas, Jumat (16/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, turut hadir penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, dan seluruh warga binaan beragama Islam.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan melalui kegiatan pembinaan kerohanian, Lapas Namlea dan Kemenag Buru berkolaborasi memenuhi hak-hak warga binaan untuk mendapatkan perawatan rohani sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut.
“Lapas Namlea dan Kemenag Buru berkomitmen untuk menumbuhkan karakter warga binaan yang berkepribadian religius dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selama didalam Lapas, mereka tidak hanya sekedar menjalani hukuman melainkan juga mengikuti pembinaan mental dan spiritual,” kata Marasabessy.
Sementara itu, penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, mengingatkan warga binaan agar selalu bersyukur didalam segala kondisi dan terus berikhtiar kepada Allah SWT dalam menghadapi ujian maupun musibah.
“Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang terpuruk, kita tidak boleh menjauh dari Allah SWT dan amalan yang kita lakukan, termasuk bapak-bapak sekalian yang sedang menjalani pembinaan di sini. Mungkin Allah memiliki rencana lain yang lebih mulia agar bapak-bapak terhindar dari dosa yang lebih besar dengan berada di sini. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dan bertobat, serta tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” harap Tahir.
Pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek pembinaan kepribadian yang dilaksanakan Lapas Namlea bagi warga binaan untuk membantu mereka memperbaiki diri, menyadari kesalahan, dan meningkatkan kualitas kepribadian sebagai bagian dari bisnis proses pemasyarakatan. Dengan mengedepankan pendekatan pembinaan yang humanis, warga binaan dibimbing agar siap kembali ke tengah masyarakat. (it-06)


